Postingan

Pemuda Bergerak Maju

Gambar
  Sabtu, 26 Maret 2022 dilakukan penanaman bibit jagung pemuda di lahan salah satu anggota jemaat yang dengan sukarela meminjamkannya kepada pemuda untuk diolah. Penanaman jagung ini merupakan salah satu program pemuda di tahun 2022. Tuhan kiranya memberkati dan membuat berhasil apa yang kita lakukan ya teman-teman. Tetap semangat meskipun teriknya matahari membuat kulit kita sedikit agak 'berkilau', karena proses penanaman dilakukan dari pagi sampai sore hari. Luaskah lahan tersebut? Jika dibandingkan dengan luas lahan yang dikerjakan oleh Persekutuan Bapak Jemaat tidaklah terlalu besar, namun lahan tersebut masih harus dibersihkan sebelum ditanami kemudian personil yang bisa dibilang kurang (puji Tuhan tetap semangat), proses membuat lubang, memasukkan bibit ke dalam lubang ditambah memasukkan pupuk kandang -juga- ke dalam lubang dan akhirnya ditutup. Selain itu, panas matahari yang cukup membuat keringat membasahi pakaian yang kadang-kadang membuat personil pemuda berlari me...

Pelayanan Yang Tuhan Perhitungkan

Gambar
YEREMIA 17:10 Banyak orang berpikir setiap pelayanan yng dilakukannya akan mendapatkan penghargaan/upah dari Tuhan. Benarkah demikian? Tidak semua pelayanan yang dilakukan mendapatkan penghargaan/upah. Mengapa demikian? Tidak sedikit orang yang sepertinya sibuk atau merasa sibuk melayani Tuhan dengan melakukan pekjaan-pekerjaan pelayanan di gereja, jemaat bahkan pelayanan di tengah-tengah lingkungan di mana ia berada. Namun pelayanan yang dilakukan hanya menurut keinginan dirinya sendiri ataupun menurut kehendak dari orang yang dilayani,. Pelayanan yang dilakukan tidak berdasarkan pada kehendak Tuhan, tidak sesuai dengan firman Allah. Pelayanan yang dilakukan hanya dengan setengah hati.  Upah/penghargaan yang diterima hanyalah sebagai akibat dari pelayanan yang dilakukan, yang disediakan Tuhan bagi setiap orang yang dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh melayani dengan kerendahan hati. Sekecil apapun pelayanan yang kita lakukan jika dengan sepenuh hati tidak akan sia-sia, semuanya d...

Jangan Terburu-buru

Gambar
AMSAL 19:2 Salah satu kebiasaan saya adalah terburu-buru. Jika mengerjakan sesuatu, saya ingin sesegera mungkin mendapatkan hasilnya. Mungkin bukan hanya saya saja yang seperti itu. Ada banyak orang yang bila menginginkan atau mengerjakan sesuatu berharap segera mendapatkannya meskipun kadang-kadang untuk mendapatkannya dibutuhkan cara yang tidak benar. Atau ada juga situasi di mana kita ingin sesegera mungkin keluar dari situasi yang tidak kita inginkan apapun caranya. Saat ini, kita mungkin sangat ingin agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Kita tidak tahan berlama-lama dalam situasi seperti ini karena kita ingin situasi bisa seperti dulu, dapat berpelukan dengan sahabat, orang yang kita kasihi, bepergian dari satu tempat ke tempat lain tanpa rasa takut harus terinfeksi virus.  Rekan-rekan pemuda, tidak semua hal harus diselesaikan dengan terburu-buru, cepat selesai. Ada masa dimana kita mengambil waktu sejenak untuk berhenti dan memikirkan apa kehendak Allah bagi kita.  Ki...

SUDUT PANDANG

Gambar
 I SAMUEL 16:7 Baru-baru ini saya menonton sebuah video singkat yang memperlihatkan dua orang yang sedang melihat sebuah tulisan angka. Satu orang berada di sisi yang satu dan satu orang lagi berada di sisi lainnya. Yang satu menganggap bahwa angka tersebut adalah angka 9 dan seorang lagi berpendapat bahwa angkanya adalah 6. Dari hal ini saya berkesimpulan sudut pandang seseorang dapat menentukan pikiran mereka.  Dalam menjalani kehidupan bersama orang lain kita juga sering berbeda pendapat terhadap sesuatu karena cara pandang kita juga berbeda. Demikian pula dengan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Ketika persoalan terjadi, kita menganggap p soalan tersebut menjadi musibah bagi kita dan akan berpikir hal tersebut mendatangkan dampak negatif.  Ketika Samuel pergi ke Betlehem untuk mengurapi salah satu dari anak Isai untuk menjadi raja menggantikan Raja Saul, ia belum mengetahui siapa orang yang akan dipilih oleh Tuhan. Saat Samuel melihat Eliab yang tinggi, ia be...

Mintalah Maka Kamu Akan Menerima

Gambar
  II Raja-Raj 20:1-11 Ada sebuah syair lagu yang berkata seperti ini 'berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya'.  Berserah berarti mempercayakan diri dan nasib kepada. Berserah sangat berbeda dengan putus asa. Putus asa berarti tidak lagi memiliki harapan apa-apa terhadap apa yang kita harapkan untuk terjadi sedangkan ketika kita berserah itu berarti kita masih memiliki pengharapan atas apa yang kita inginkan.  Ketika nabi Yesaya bin Amos datang untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada Raja Hizkia  yang sedang sakit dan hampir mati bahwa ia akan  meninggal dan tidak akan sembuh lagi, Raja Hizkia tidak langsung berputus asa namun ia berserah kepada Tuhan di dalam doa dan Tuhan mendengar doanya, Pada saat nabi Yesaya belum lagi berada di pelataran tengah, datanglah firman Tuhan kepadanya untuk memberitahukan kepada Raja Hizkia bahwa Tuhan telah mendengar doanya dan telah melihat tangisannya sehingga Tuhan akan memperpanjang umurnya 15 tahun lagi bahkan ...

Hidup Berdamai Dalam Keberagaman

Gambar
Lukas 7:1-5 Saya sangat bersyukur dilahirkan, bertumbuh, dibesarkan dan sampai saat ini berada di Indonesia. Dengan berbagai Kemajemukan yang ada, yang membuat bangsa kita menjadi lebih indah; ribuan pulau dengan bermacam suku, adat istiadat, jenis masakan dan makanan khas daerah masing-masing, agama dan aliran kepercayaan yang dianut oleh tiap orang tanpa adanya paksaan dari pihak manapun, hasil tanah dan laut yang sangat banyak. Sungguh beragamnya negeri kita Indonesia dan karena kita berada di tengah-tengah keberagaman tersebut maka, mau atau tidak mau, kita harus menerima keberagaman tersebut. Keberagaman adalah anugerah Tuhan bagi kita. Dari penciptaan sudah ada keberagaman: benda penerang untuk siang dan malam, tumbuh-tumbuhan, ikan, burung bahkan manusiapun berbeda/beragam. Menerima keberagaman berarti menerima perbedaan tetapi bukan berarti menganggap sama. Perwira Romawi juga menghargai dan menerima perbedaan. Ia toleran terhadap orang lain. Perwira Romawi menghargai hamba ...

Bekerja Untuk Tuhan

Gambar
KOLOSE 3:23 Suatu hari saya bercakap-cakap dengan teman. Ia mengatakan 'atasan selalu melihat kesalahan kita. Meskipun ada banyak pekerjaan kita yang benar namun jika ada satu pekerjaan yang tidak selesai maka ia tidak akan mengapresiasi apa yang benar tersebut. Jangan mengharapkan pujian atas apa yang sudah kita kerjakan, kerjakan saja apa yang menjadi tugas kita dengan sebaik-baiknya karena jika kita mengharapkan pujian yang ada nantinya kita hanya akan menjadi kecewa'. Perkataan teman saya memang benar. Ketika kita melakukan pekerjaan, tugas dan tanggungjawab kita maka  kita melakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan ketulusan hati tanpa mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain.  Rasul Paulus sebagaimana dalam Kolose 3:23 menasihatkan jemaat di Kolose untuk melaksanakan pekerjaannya sebagai sebuah pelayanan kepada Tuhan,  bekerja seakan-akan Tuhan adalah atasan atau majikan sehingga apapun pekerjaan yang dilakukan akan dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan de...