Mengucap Syukur Tanda Iman Yang Hidup
Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki hubungan dengan orang lain, yang tidak dapat hidup sendiri. Ketika kita tidak mampu melakukan interaksi dengan orang lain, tentu saja ada perasaan yang berbeda timbul, perilaku kita menjadi tidak seperti biasanya.
Persoalan yang berkaitan dengan relasi atau hubungan dengan orang lain dialami oleh sepuluh orang kusta. Mereka tidak dapat berhubungan dengan orang lain karena pada saat itu orang yang sakit kusta tidak mendapat tempat dalam masyarakat, diasingkan dari masyarakat. Penyakit kusta dianggap sebagai sebuah aib, penyakit paling najis, dianggap sebagai hukuman langsung dari Tuhan sehingga tidak dapat disembuhkan, kecuali Allah sendiri yang menyembuhkan dengan cara yang ajaib.
Ketika Yesus menuju ke Yerusalem, Ia bertemu dengan sepuluh orang kusta. Mereka berseru kepada Yesus, mengharapkan kesembuhan dari Tuhan. Yesus kemudian menyuruh mereka memperlihatkan diri kepada imam-imam, lalu mereka pergi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka percaya kepada Yesus dan Yesus akan menyembuhkan mereka. Di tengah jalan mereka menjadi sembuh/tahir. Kehadiran Yesus seolah-olah menjadi pintu masuk bagi sepuluh orang kusta tersebut untuk kembali berinteraksi dengan orang lain di sekitar mereka. Salah seorang dari mereka yang telah disembuhkan kembali dan berterima kasih kepada Yesus sedangkan sembilan orang lainnya tidak kembali kepada Yesus. Meskipun sepuluh orang kusta ini meyakini bahwa Yesus dapat menyembuhkan mereka namun hanya satu orang yang kembali kepada Yesus, bersyukur dan berterima kasih atas apa yang telah di terimanya. Ini berarti bahwa orang yang kembali kepada Yesus menunjukkan sikap hidup yang sungguh-sungguh beriman. Ia sungguh meyakini, Yesuslah yang telah menyembuhkannya.
Demikian juga dengan kita, jika kita mengatakan bahwa kita beriman kepada Tuhan, seharusnyalah kita juga mampu menunjukkan sikap hidup beriman kita dengan cara mensyukuri kehidupan ini sebagai berkat dan anugerah Tuhan yang nyata melalui setiap talenta dan karya yang kita lakukan dan kerjakan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Bersyukur bukan semata-mata berbicara mengenai materi tetapi setiap hal yang kita lakukan dengan sepenuh hati serta menjadi berkat bagi orang lewat talenta juga merupakan bentuk ungkapan syukur kita kepada Tuhan. Apapun bentuk ungkapan syukur kita kepada Tuhan, asalkan diberikan dengan ketulusan hati akan berkenan kepada Tuhan
Roh Kudus menolong dan memampukan kita untuk melakukan firman-Nya. AMIN.
Wiwin Febriani, S.Th.


Komentar
Posting Komentar