Berkarya Bersama Allah
I Timotius 1:12
Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang pemuda yang memulai melayani Tuhan di gereja melalui talenta yang dimilikinya. Dalam kerinduan hati yang sungguh-sungguh melakukan pelayanan, dari yang awalnya sama sekali tidak dapat bermain musik, hanya dalam beberapa bulan saja akhirnya dapat bermain musik dan mulai melayani. Setelah beberapa waktu, pemuda tersebut sakit sehingga ia harus beristirahat sejenak dalam pelayanannya. Ia melalui perawatan di Rumah Sakit dan akhirnya harus menjalani pengobatan lanjut di kota lain. Lebih dari satu bulan lamanya ia beristirahat dari pelayanan. Beberapa hari lalu, ia menghubungi saya untuk latihan secara virtual. Masih sangat jelas, wajahnya terlihat pucat, itu berarti ia belum sembuh benar. Saya percaya, Roh Allah bekerja padanya sehingga kerinduan hatinya telah memanggil dia untuk kembali melayani Tuhan, berkarya bersama Tuhan.
Paulus dalam perjalanannya memberitakan Injil banyak kali diperhadapkan dengan tantangan serta pergumulan yang sewaktu-waktu dapat mengguncang keyakinannya untuk berhenti berkarya dan melayani Tuhan. Namun menyadari penebusan melalui Yesus Kristus yang telah dianugerahkan kepadanya membuat Rasul Paulus terus melakukan pemberitaan Injil.
Teman-teman pemuda, kepada kita masing-masing telah dianugerahkan talenta, karunia, bakat serta kemampuan yang akan kita pergunakan untuk melayani Tuhan di mana saja kita berada dalam tugas, pekerjaan serta pelayanan kita. Kita bersyukur karena Allah berkenan memakai kita melayani-Nya melalui talenta yang telah diberikan-Nya kepada kita. Ia sendiri yang mempercayakan talenta tersebut kepada kita. Sesederhana apapun talenta itu menurut kita, pakailah dan pergunakan dengan sungguh-sungguh dalam kerendahan dan ketulusan hati. Mungkin saja dalam pelayanan kita, ada banyak tantangan, pergumulan dan persoalan hidup yang kita alami dan membuat kita patah semangat dan berpikir untuk mundur bahkan berhenti dalam pelayanan. Jika kita menyadari bahwa karya penebusan Allah melalui Yesus Kristus di kayu salib bukan hanya untuk Rasul Paulus tetapi juga untuk kita yang percaya kepada-Nya, maka apapun tantangannya, sebesar apapun masalah yang kita hadapi tidak akan menyurutkan langkah kita untuk terus berkarya, melakukan pelayanan bersama dengan Allah.
Roh Kudus akan menolong kita untuk berkarya bersama-Nya. Tuhan memberkati
AMIN.

Komentar
Posting Komentar